I'm Sorry But I Quit
Bitung 24 Feb 2023 pukul 16:20
Rasanya aku pengin teriak lantang "I'm Quit Bos", itu Sembilan Bulan yang lalu, tapi rasa ini untuk mengucapkan kata itu begitu keluh. Ah nasi sudah menjadi bubur. Bubur Hambar tanpa ada kecap dan topingnya. Yang bubur terbuat dari beras yang dimasak dengan kelebihan air, bubur khusus orang yang sedang sakit. Ya sakit sama dengan suasana hati ini. Perjalanan panjang selama hidup ini harus kandas dari sebuah hal bodoh. Kita sebagai manusia tidak boleh berandai-andai, Terima nasib jalani ikhtiar toh Rezeki bukan hanya ini.
Seperti "Dejavu" seseorang pernah berbuat kesalahan yang sama, tapi masih aman dan nyaman duduk di singgasana nya. Aku tau dari mana? Ya jelas tahulah, aku berkecimpung disana . memang aku tidak memiliki dan mempunyai power, dan untuk apa aku memberitahu kan itu, Padahal ada rasa simpati kepada rekanku saat itu untuk membongkar ini, tapi rekanku bilang jangan.
"Jangan! "
"Why?, kenapa lo peduli? "
"Jangan kasian dia, punya anak istri"
Aku pun berfikir seperti itu. Tapi temanku yang lain mengompori, laporkan. Tapi aku masih mempunyai nurani. Untuk yang bertanya ini ada apa dan siapa dan apa hanya teman-teman ku seperjuangan yang tahu. Biarlah ini menjadi sebuah teka-teki untuk kita semua. Masih flashback dejavu. Suasana saat itu tampak sendu. Antara air mata buaya dan air mata ketulusan menjadi satu dalam ruangan kecil berukuran 5 x 4 meter. "Cih air mata buaya" Ucap ku dan beberapa temanku yang melihat nya dia berangkulan. Rasa jijik dan respect kepada nya lenyap. Saat itu aku tidak menunjukkan rasa sendu. Yang dirangkul sempat melirik kearah ku yang tersenyum getir rada sinis membuat nya bertanya. Benar saja saat keluar dari ruangan saat santai beliau menanyakan lagi. "apa yang kamu ketahui" Aku sempat menoleh ke arah teman dan sahabatku dia memberikan kode dan aku paham
"Tidak ada pak" Jawabku
"Jangan menyembunyikan bangkai!, suatu saat akan tercium" Kata nya, hening saat itu
"Bener pak saya tidak tahu" Ucap ku berbohong.
"Awas jika saya mengetahui sendiri dan dengar dari orang lain, jangan harap saya akan mempercai mu" Ucapnya
"Iya Pak" Ucapku menunduk. Dan sejak hari itu suasana kembali kondusif dan normal walau ada beberapa perubahan SOP yang mewajibkan perubahan.
Kembali suasana hati ku hari ini, entah mengapa seperti semesta merasakan kegundahan hati ini, sendu dihiasi hujan sepanjang malam. Mata ini enggan terpejam aku bercanda seperti biasa dengan keluarga kecil ku diatas kasur berukuran 1,5 x 2 meter yang dihuni 5 nyawa.
Aku merutuki kebodohan ku, ya namanya takdir jalani. Seorang guruku berkata jangan takut akan dunia. Dunia itu gampang hal mudah bagi Allah, kau kejar Allah Tuhanmu dan Dunia mengikuti nya.
Rekan-rekan yang lain menyebut ku orang spesial. tapi hari ini rasa spesial itu hilang. Aku seperti tahanan yang melakukan kejahatan besar. Padahal masih banyak kejahatan dan scandal didalam sana
And "I'am Sorry But I Quit"
Maaf jangan salfok sama iklannya
Komentar
Posting Komentar